Ketika anak-anak BMHS akan pulang, kami bertanya pada mereka,"Ini ada sarung tangan cuma satu punya siapa?"
X menjawab,"Nemu di jalan."
Kak Y, kakak si X langsung mendatangi X dan menyuruhnya mengembalikan sarung tangan itu ke tempat semula.
X protes,"Lho, ini kan dapat di jalanan!"
Dengan tegas Kak Y berkata,"Ini Haram! Ini bukan milikmu karena kamu mengambilnya di jalan, kecuali kamu mengambilnya di tempat sampah."
Masya Allah, kami takjub melihat ketegasan si kakak menjunjung tinggi kehati-hatiannya dalam masalah halal dan haram.
Kisah masih berlanjut,"Si X masih berusaha mempertahankan pendapatnya dan tidak mau mengembalikan sarung tangan tersebut. Tapi, dengan sigap Kak Y menggandeng dengan agak memaksa X untuk mengembalikan sarung tangan tunggal ke tempat semula.
Alhamdulillah, sarung tangan sudah kembali ke tempat awal di temukannya.
Buat saya pribadi kisah seperti ini menjadi teguran dan motivasi kami untuk terus belajar memperbaiki diri dan mencontoh bagaimana caranya agar kita bisa mendidik anak-anak kita agar terus menjunjung tinggi dan menegakkan yang halal dan haram di manapun berada.
Semoga kita sebagai orang tua dan juga anak-anak kita, bisa terus istiqomah menegakkan halal dan haram pada posisinya dan selalu berislam sesuai ketentuan Allah dan RasulNya hingga ajal menjemput.
Untuk kedua orang tua mereka, semoga apa yg mereka lakukan buat anak-anak mereka mendapat balasan surganya Allah, dimudahkan segala urusannya dan dilimpahkan rejeki yang barokah.
Aamiin...
____________
Penulis: Abu Zaki
0 komentar:
Posting Komentar